Artikel

Baca konten terbaru dari yonery.com.

Belajar Teori Maslow dari Piring Kondangan
29 Oct 2026
Belajar Teori Maslow dari Piring Kondangan

Kita sering menunda hal yang membuat hidup bermakna sampai "mapan", dan alasannya adalah piramida Maslow: bereskan kebutuhan dasar dulu, baru naik. Padahal Maslow tidak pernah menggambar piramida itu. Ia justru menulis bahwa semua kebutuhan terpenuhi sebagian pada waktu yang sama, seperti piring kondangan: nasi menggunung, lauk secukupnya, dua kerupuk di puncak. Jadi hal yang disimpan untuk "nanti" boleh dimulai sekarang, dalam ukuran kerupuk.

Baca Selengkapnya
Machiavelli: Belajar Cerdas Membaca Situasi
20 Aug 2026
Machiavelli: Belajar Cerdas Membaca Situasi

Machiavelli, pemikir politik Italia abad ke-16, dikenal lewat karyanya "Il Principe" tentang kekuasaan. Ia mengajarkan melihat dunia apa adanya, bukan ideal, lewat konsep virtù (kecerdasan bertindak) dan fortuna (hal di luar kendali). Pelajarannya: bersikap realistis, peka membaca kepentingan dan situasi, menjaga reputasi—tanpa harus manipulatif. Strategi membantu mencapai tujuan, tapi integritas yang menentukan keberhasilan itu layak dibanggakan atau tidak.

Baca Selengkapnya
Ternyata, Kunci Bahagia Bukan Uang atau Karier — Ini Buktinya
20 Aug 2026
Ternyata, Kunci Bahagia Bukan Uang atau Karier — Ini Buktinya

Riset Harvard sejak 1938 yang melacak ribuan orang seumur hidup menemukan bahwa kualitas hubungan, bukan uang atau karier, paling menentukan kebahagiaan dan kesehatan jangka panjang. Kepuasan hubungan di usia 50 bahkan lebih akurat memprediksi kesehatan di usia 80 dibanding kolesterol, sementara kesepian berdampak buruk setara merokok setengah bungkus sehari. Pesannya: rawat hubungan dekatmu, itu investasi kebahagiaan paling terbukti.

Baca Selengkapnya
Stoicism: Belajar Tetap Tenang di Tengah Kekacauan
11 Jul 2026
Stoicism: Belajar Tetap Tenang di Tengah Kekacauan

Stoicism, filsafat dari Athena kuno, mengajarkan dikotomi kendali: fokus pada apa yang bisa kita atur (pikiran, usaha, respons) dan menerima yang tidak bisa (pendapat orang, cuaca, hasil akhir). Dirintis Zeno, dikembangkan Seneca, Epictetus, dan Marcus Aurelius. Bukan soal menekan emosi, tapi tetap tenang dan bertindak bijak meski keadaan berubah—karena kita selalu bisa memilih cara terbaik menghadapinya.

Baca Selengkapnya